Showing posts with label karimunjawa. Show all posts
Showing posts with label karimunjawa. Show all posts

Thursday, November 3, 2011

BIOPROSPECTING OF BACTERIAL SYMBIONT OF TUNICATE Didemnum molle FROM SAMBANGAN, KARIMUNJAWA ISLANDS

Miftahuddin Majid Khoeri, Ocky Karna Radjasa, Agus Sabdono and Herawati Sudoyo

Abstract

Coral reef is a productive ecosystem with high biodiversity in the sea and being targeted to find a useful bioactive compound. However, the serious problem in development of bioactive compounds from marine invertebrate is the supply problem, because to get a small amounts of active compounds a massive numbers of sea organisms are needed. Tunicate is an animal in coral reef ecosystem that produces many bioactive compounds with pharmacological activities, such as, antibacterial, antitumor, and anticancer compounds. It has been reported that bacterial symbionts of coral reef invertebrates may synthesize the same compounds as the host. The purposes of this research are to isolate and to identify microbes which have antibacterial activity against MDR bacteria based PCR 16S rRNA and to detect the existence of PKS and NRPS biosynthetic gene fragments from tunicate bacteria of Didemnum molle. Out of 15 bacterial isolates, one isolate showed antibacterial potential against Escherichia coli and Staphylococcus sp. Molecular identification result showed that TS2A5 bacterium has a homology of 99 % with Virgibacillus sp. strain GSP17 16S ribosomal RNA gene. This isolate was also capable of amplifying NRPS gene fragment.

Wednesday, April 20, 2011

Penyakit Misterius Menyerang Terumbu Karang

Penyakit Misterius Menyerang Terumbu Karang – Semarang: Pakar ilmu kelautan Universitas Diponegoro Semarang, Profesor Agus Sabdono, mengatakan, kerusakan terumbu karang di perairan Karimunjawa disebabkan suatu penyakit misterius.

“Terumbu karang yang terserang penyakit itu akan berubah warna menjadi merah muda dan dalam waktu antara 2-3 bulan akan mati. Ini yang tengah kami teliti saat ini,” katanya di Semarang, Senin (11/4).

Agus yang akan dikukuhkan sebagai Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Undip itu menjelaskan terumbu karang yang terkena gejala menyerupai itu sebenarnya pernah ditemukan di perairan India.

Ia mengatakan, gejalanya hampir sama yakni terumbu karang berubah warna menjadi merah muda. Namun, di India polanya hanya garis-garis di terumbu karang, sedangkan di perairan Karimunjawa menyeluruh.

“Luasan terumbu karang yang terkena penyakit itu sudah cukup besar. Saya tidak ingat persis angkanya, namun terumbu karang berpenyakit itu banyak ditemukan di sebelah Utara Pulau Sambangan, Pulau Karimunjawa,” katanya.

Selain penyakit itu, pihaknya juga menemukan berbagai penyakit lain yang menyerang terumbu karang seperti white plaque tipe I, tipe II, tipe III, dan black bone disease.

Ia mengemukakan, penyakit yang menjangkiti itu juga bisa membuat terumbu karang berubah warna seperti white plaque membuat warna berubah putih atau black bone disease membuat terumbu karang menghitam.

“Kalau penyakit-penyakit ini biasa ditemukan di terumbu karang, namun untuk yang membuat warna terumbu karang berubah merah muda itu belum pernah ditemukan. Namun, penyebabnya karena bakteri,” katanya.

Ia menjelaskan, penyebab berbagai penyakit yang menyerang terumbu karang itu karena bakteri, diperparah dengan tekanan alam, termasuk pencemaran yang semakin memperlemah sistem pertahanan diri terumbu karang.

“Serangan bakteri ini terjadi mulai level molekuler, sel, hingga ke jaringan terumbu karang sehingga dalam waktu cepat akan membuat terumbu karang mati,” katanya.

Penyakit yang menyerang terumbu karang itu, tentunya merugikan, karena terumbu karang memiliki berbagai fungsi seperti obat-obatan, bahan budi daya, dan pencegah abrasi pantai.

“Untuk hewan-hewan laut lainnya, terumbu karang juga menjadi sumber makanan dan tempat hidup seperti udang-udangan, kerang-kerangan, oktopus, dan rumput laut,” katanya.

Pihaknya sedang meneliti langkah untuk membasmi penyakit tersebut dan mengembalikan kondisi serta fungsi terumbu karang secara baik seperti sedia kala.